Detail Cantuman Kembali
kandungan logam merkuri (Hg) pada daging dan kaldu kupang putih (Corbula faba) desa balongdowo, kecamatan candi, sidoarjo dalam keadaan mentah dan setelah dimasak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kandungan logam merkuri (Hg) pada kupang putih (Corbula faba) dalam proses pengolahan yang masih mentah dan yang setelah dimasak, apakah kandungan logam tersebut masih berada dibawah standar mutu, serta mengetahui sejauh mana kandungan logam merkuri (Hg) berpengaruh dalam proses pemasakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif pada skala laboratorium diman pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran langsung di laboratorium terhadap objek penelitian. Rancangan penelitian menggunakan perlakuan faktorial 2x2, dengan perlakuannya terdiri dari faktor A (a0;a1) daging kupang dengan cairan pembasuh (kaldu) dan faktor B (b0;b1) dalam keadaan mentah dan pemasakan (perebusan), sehingga perlakuan kombinasinya ada 4 buah, dengan 6 kali ulangan, yang kemudian dianalisis menggunakan Analisa Sidik ragam dan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil analisa sidik ragam dengan faktorial 2x2 menunjukkan adanya perbedaan kandungan logam merkuri (Hg) pada daging kupang putih (Corbula faba) mentah, daging kupang putih masak, kaldu kupang putih mentah dan kaldu kupang putih masak. Kandungan merkuri (Hg) pada daging kupang putih yang mentah lebih tinggi daripada daging kupang masak. Kandungan merkuri (hg) yang ada pada daging kupang baik mentah dan masak masih dibawah batas maksimum (Menurut WHO). Dengan demikian kupang putih (Corbula faba) asal desa balongdowo masih layak dikonsumsi.
625.06.04 Inn k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2006
Surabaya
xi, 51 p. : ill. ; 29 cm.
LOADING LIST...
LOADING LIST...







